Sabtu, 15 November 2014


Jujur Dalam Bekerja



Sebagian orang dalam bekerja ada yang bertindak jujur dan tidak jujur. Namun sudah wajar jika orang bekerja, tujuan akhir adalah mencari profit alias laba. Dan dalam mencari laba ini ada yang jujur dan ada juga yang tidak. Kalau mencari laba dengan cara menaikkan harga lebih sedikit dari modal yang sudah ada itu masih bisa dimaklumi. Namun kalau mencari laba dengan cara membohongi ukuran, membohongi merk, membohongi timbangan dan lain sebagainya. Itu suatu perbuatan yang patut kita hindari.

Penulis bukan bermaksud sok alim atau tidak mau berbuat bohong. Namun alangkah baiknya berkerja memperoleh laba dengan cara yang wajar dan tidak membohongi ukuran atau timbangan. Sebagai contoh jika kita beli bahan bakar minyak. Kalau si pembeli hendak membeli 1 liter ya diberi 1 liter. Jangan diberi 0,8 liter. Atau kalau mau membeli handphone dengan merk Nokia ya jangan diberi handphone dengan merk Samsung. Jujur dalam bekerja dan bisnis itu lebih utama dan mulia. Ketimbang kita melayani pembeli dengan cara yang tidak jujur. Misalnya, ada orang mau beli salak. Kalau kita bilang salaknya manis ya kita beri salak manis, jangan ditukar dengan salak yang rasanya sepet. Atau ada orang mau beli motor bekas yang kita katakan saja mana motor bekas dan mana motor yang masih baru. Semua itu lambat laun pasti ketahuan. Jangan pernah membohongi orang yang lugu dan orang yang memang belum tahu. Suatu ketika jika orang yang dibohongi itu tahu pasti dia akan membalas dan merasa dirugikan.

Maka marilah kita bekerja dengan jujur. Soal rejeki serahkan saja kepada Yang Maha Kuasa. Syukuri saja apa yang ada. Prinsip syukur nikmat itu lebih utama dan menentramkan. Salam hangat.

OPINI

Kujujuran adalah sesuatu yang sangat berharga di era sekarang ini, karena suatu kejujuran sangat sulit ditemukan dalam diri seseorang. Sekarang mungkin kita lebih mudah menemukan orang yang tidak jujur daripada orang yang jujur. Sekarang ini sudah bukan rahasia umum, jika banyak terdapat keasus penyimpangan dan korupsi di dalam pekerjaan maupun dunia bisnis. Semua penuh dengan rekayasa dan KKN. Marilah kita sebagai generasi penerus bangsa untuk bisa menjadikan Indonesia maju dalam usaha yang jujur dan menghilangkan budaya KKN dalam bangsa ini. Karena menurut saya kejujuran bisa dibentuk apabila kita mulai dari diri kita sendiri dulu untuk berkomiten selalu jujur dalam segala usaha dan kegiatan kita.

0 komentar:

Posting Komentar